Monthly Archive: November 2012

0

Kasih Tak Sampai

Senja itu laut tenang, ombak dengan lembutnya menyentuh bibir pantai, pohon kelapa melambai lambai, langit merah bagai biasan warna merah ikan mas, lukisan yang maha dahsyat. Sepasang kekasih sedang saling mematut hati menyebarkan cinta di segenap relung jiwa. Diantara duka yang tak kan terurai walau dengan besimbah air mata.

0

Indahnya Mendongeng

Seringkali aku didongengi orang tua ataupun guru waktu kecil ketika mau tidur ataupun ada waktu luang di kelas.  Saking bagusnya atau menghayati ketika mereka mendongeng, sampai saat inipun aku masih bisa mengingat dan bahkan mendongengkannya kembali ke anak anak lain. Tapi mungkin caraku menyampaikan kurang menarik atau sudah banyak saingan media seperti antara lain : televisi, game, media sosial melalui internet atau handphone, sehingga mendongeng saat ini agak sulit. Mendongeng saat ini merupakan tantangan yang lebih kuat dibanding waktu aku waktu TK atau SD. Mendongeng merupakan bentuk menyampaikan pesan melalui kiasan yang didalamnya tersirat suatu muatan pesan moral. Agar dongeng ini menarik biasanya ada beberapa strategi yang bisa dipelajari, salah satu tujuan dari strategi tersebut adalah bersifat persuasive, supaya anak tertarik dan kita lebih mudah menyampaikan pesannya. Keinginan untuk bisa mendongeng ini sudah lama ada, tetapi tidak tahu dimana dan kepada siapa aku bisa menimba ilmu mendongeng. Pertama kali melihat seorang pendongeng ketika aku mengunjungi sebuah pameran, dan di satu kounter kulihat kerumunan anak anak menyimak seorang gadis cantik yang berpakaian seperti gadis di cerita kurcaci dan putri tidur.  Tak ada satu anakpun beranjak sampai cerita berakhir, si gadis ini dengan indahnya bercerita, dengan ekspresi dan gerak yang pas dengan isi cerita. Pernah aku didaulat untuk bercerita pada suatu acara anak anak TK, tanpa persiapan sama sekali dan hasilnya tentu saja bikin malu. Dari sinilah keinginan untuk bisa mendongeng semakin kuat. Tanpa sengaja aku ketemu kak Resha di acara pinggir kali Ciliwung Condet dan diajak oleh teman dari Transformasi Hijau, diundang untuk mengikuti pelatihan bercerita, beruntung aku akhirnya bisa mengikuti pelatihan kemarin. Banyak hal yang tidak terpikirkan olehku ketika mendongeng di depan anak anak, ternyata ada kaidah kaidah yang harus diikuti. Acara ini diajar oleh kak Ryan dan kak Heru, kak Heru ini adalah tokoh di cerita Komo yang sering ditayangkan di TVRI pada tahun awal 90 an, beliau berperan sebagai Belu, serta telah menghasilkan dongeng lebih dari 920 dongeng, wow…luar biasa, bagaimana cara mendapatkan bahan cerita ya…? Jadwal pelatihan dari jam 11.00 – 17.00 WIB tapi namanya juga belajar mendongeng, jadi ya molor karena semua asyik bertanya dan mendongeng…tanpa sadar sampai jam 18.10 WIB bubar karena suara adzan maghrib, kalau nggak mungkin sampai larut. Untuk mendapatkan bahan dongeng kita bisa mengambil dari pengalaman sehari hari, buku, internet dan lain lain. Banyak pelajaran yang kuperoleh di pelatihan kali ini misalnya : –          Sebelum bercerita harus siap bahan, tema, kerangka –          Agar tidak putus waktu bercerita, bisa dibagi tiga (opening, konflik dan ending) Pelatihan ini mengajak para peserta untuk praktek mendongeng dengan menggunakan alat bantu, boneka, buku atau bola pingpong, serta belajar merubah suara, dari high, middle and low, wah…aku nyoba juga dengan suara rendah. Ternyata memang tidak mudah untuk mendongeng yang baik dan bisa menjiwai tokoh yang kita perankan. Ada pelajaran penting kalau kita mendongeng menggunakan boneka, anggaplah boneka itu berjiwa, serta hormati dia sebagai seolah olah makhluk hidup. Jadi bagaimana cara dia menengok, berjalan dan gerakan lainnya harus hidup, jangan sekali kali membiarkan boneka tergantung di tangan kita, atau menggoyang nggoyangkan tangan seakan boneka ini adalah barang jinjingan. Menghindari kata kata yang kurang baik, misalnya : kurang ajar, bodoh kamu, mencuri, cobalah mencari padanan kata yang lebih halus. Menurut saya pelatihan ini perlu diikuti oleh para orang tua, guru dan siapa saja. Manfaat dari mendongeng ini sangat besar, merupakan alat perekat orang tua dan anak tanpa ada sekat, karena bisa dilakukan people to people, ikatan bathin antara orang tua dan anak akan erat. Juga karena akan mengajarkan nilai nilai moral sebagai bentuk persuasive untuk mengajari anak berbuat baik. Ganung Jasmine, Kalibata 10 Maret 2012

0

Berapa Banyak Doamu Dikabulkan Tuhan

  Pernahkah kita menghitung doa yang terkabul? Kalau aku ingat banyak sekali mengalami hal yang sangat membutuhkan bantuan Tuhan, dalam kondisi terjepit situasi, difitnah, jatuh cinta, sedih sedih, harus memilih sesuatu yang sama sama membingungkan,  menginginkan sesuatu atau mau ujian dan lain lain. Saat saya lagi insyaf dan jadi anak baik aku akan serius memohon untuk dijadikan kenyataan, pas sembahyang lama karena lagi butuh pertolongan dan diberikan apa yang aku inginkan pada yang Maha Punya. Namun sering juga aku yang nggak begitu pandai memohon aku memohonnya kadang nggak serius, keburu buru karena mau lihat acara TV yang bagus, serta pakai bahasa gaul aja, aku yakin Tuhan mengerti seluruh bahasa umatnya. Itulah mungkin Tuhan masih menunda tetapi didalam berdoa itu kita sudah terselip kata hati kita…ach apa mungkin Tuhan mengabulkan doaku yang sangat muskil bagiku saat ini. Ya kalau waktu memohon aja kita udah nggak merayu atau simpatik mana mungkin yang akan kita mintain ngasih ya kan?? Tentu kita kalo mau minta harus pasang suara rendah, dengan sikap yang manis, muka penuh kesungguhan dan senyum yang paling manis. Nah belum belum udah ngasih muka asem, ogah ogahan, cuek..ya siapa yang mau ngasih?? Mending dikasihkan pada yang lain yang lebih membutuhkan dan bersungguh sungguh. ***** Tetapi kalau aku ingat banyak sekali doa doaku yang didengar dan dikabulkan Tuhan, dari kecil aku berharap dan memohon setiap sembahyang Tuhan ijinkan aku menginjakkan kaki ke negara dimana ada emapat musim dan tidak berbahasa Indonesia masyarakatnya, 20 tahun kemudian dengan tiba tiba aku dapat tugas kursus ke German selama enam bulan. Anatara nggak yakin, terburu buru dan bahaia aku mengurus persiapan keberangkatanku. Karena waktu yang diberikan hanya 2 minggu untuk ngurus passport, visa dan lain lain yang di urus kantor. Banyak cara Tuhan untuk membahagiakan umatnya, siapa yang akan menyangka keinginanku untuk pergi waktu itu ke Eropa akan dikabulkan dengan cara yang tidak aku sangka seperti itu. Dan dulupun aku juga tidak meminta Tuhan untuk mengirimkan aku ke Eropa dengan melalui kursus atau sekolah. Yang aku punya waktu itu hanya keinginan. Kala itu aku masih berumur 10 tahun, kalau dipikir bagaimana caranya aku bisa sampai sana kalau uang, atau kemampuan bahasa aku sama sekali tak mampu. Tapi aku yakin Tuhan akan memberi pada waktu yang tepat. ***** Sampai saat ini sudah berapa banyak permintaanku yang sangat muskil telah dijadikanNya nyata? Bahkan ada doa yang aku panjatkan dalam detik detik terakhir, dan menjadi kenyataan, waktu itu ada pembagian doorprise di suatu acara pemberian pemenang lomba, sebagai tamu aku mendapat nomer, dan aku ingat nomer itu 060. Pada saat panitia membacakan hadiah doorprise di awal awal aku tidak begitu memperhatikan karena aku lagi sibuk mencari colokan listrik, hapeku low batere. Diselingi lagu yang dinnyanyikan penyanyi akhirnya di kocoklah nomer doorprise untuk hadiah utama. ***** Kenapa tiba tiba aku sibuk mencari kertas yang bernomer 060 tadi di tas dan sambil mencari aku berdoa Tuhan menangkan aku untuk doorprise kali ini, dan aku yakin sekali dengan doaku. Bersamaan dengan itu panitia mengambil nomer di tempat toples kaca dan membacanya dengan keras keras nomer yang sesuai dengan yang aku pegang. Terima kasih Tuhan Engkau selalu punya cara untuk mengabulkan permintaan dan membahagiakanku. Jasmine, Kalibata 17 November 2012