11.12.13

Hari ini Rabu 11.12.13 Jakarta 11.12.13 Jalanan masih seperti hari hari kemarin, ribuan sepeda motor, yang meraung raung minta jalan, angkot saling zig zag berebut ruang, mobil mobil pribadi malang melintang di perempatan Cipinang Kebon Nanas. Belum ada yang berubah, etika mengendarai sudah lama ditinggalkan masyarakat kota ini. Membunyikan klakson bukan untuk memberi tahu kendaraan lewat, tetapi lebih egoisme pribadi ingin didahulukan. Bahkan sesama pengendara bersama sama membunyikan klakson untuk membuat suasana kemacetan semakin bising dan ribut. Lengkaplah sudah kekacauan ini. Dari kaca jendela ruang kerjaku di lantai 6 ini, pemandangan jalan tol yang penuh dengan kendaraan yang merayap. Semakin hari semakin parah, masih kuingat beberapa tahun yang lalu, pada siang hari bus Harapan Jaya melintas dengan cepat menuju poolnya. Bus antar provinsi itu bisa tepat waktu sampai di poolnya. Jangka waktu 12 jam dari kota keberangkatannya Tulungagung Jawa Timur bisa ditempuh dengan tepat, pada lima tahun yang lalu. Tetapi saat ini merupakan kemewahan mendapatkan kelancaran jalan dan ketepatan waktu. Hari ini 11.12.13 Dahulu orang lama menempuh perjalanan karena ketidak adaan kendaraan, tetapi sekarang orang lama sampai ditujuan karena tertalu banyaknya kendaraan. Alam sudah mengajarkan kepada kita semua, bahwa apapun itu adalah yang seimbang yang paling ideal. Seimbang memang hanya Tuhan yang mempunyai kesempurnaan itu. Tetapi manusia diharapkan selalu berusaha mendekati keseimbangan itu. Jumlah kendaraan dan manusia pengendara serta jalan sudah tidak seimbang lagi, solusi yang paling mudah adalah, dengan menjawab pertanyaan dasar “apakah penyebab kemacetan”?. Jawabnya adalah ;” mengurangi jumlah kendaraan, menghentikan import dan produksi mobil”. Mau tidak mau suatu saat akan ada rentang waktu dimana kendaraan sudah tidak bisa bergerak lagi. Jadi apa artinya kata mobile (bergerak) kalau sudah tidak bisa bergerak lagi.