Monthly Archive: March 2015

6

Renunganku

Ada kalanya aku berpikir Disuatu waktu kutanggalkan semua busana rindu rinduku Juga kagumku, tundukku, lamunanku Kemudian berdiri dengan pongahnya Lantas berjalan, hembuskan nafas tenang, tanpa beban apa-apa, tanpa…kau” Menuju sebuah kehidupan mandiri, tanpa simpatimu, tanpa rindumu, tanpa cintamu, tanpa hangatmu, dan… Ketika itu aku tak lagi membutuhkan dirimu, bahkan bayangmu Namun… Disuatu waktu Kurenungkan itu hanya renungan, renunganku… Anonim Yogyakarta, 27 Juli 1989

0

Jangan Suka Nyusuh

Pagi ini aku bangun sebelum adzan subuh di mesjid kecil di belakang komplek rumahku dilantunkan oleh muadzin. Rasanya segar sekali ketika bangkit dari tempat tidur. Setelah sholat subuh seperti biasa aku senam kecil didepan kaca, tidak lama hanya 15 menit, tetapi lumayan kalau dilakukan tiap hari. Selesai meregangkan otot-otot, secara ringan aku mengambil baju kotor dan kumasukkan mesin cuci, hanya 30 menit udah selesai sampai aku gantung di jemuran. Karena rumahku yang sangat kecil aku tidak perlu banyak langkah untuk pindah ketempat lain, setiap bagian begitu strategis. Beberapa hal yang terus aku jaga sejak aku tinggal di rumah mungilku, aku sangat selektif membawa masuk barang ke rumah. Jadi belanjapun harus dipikir njelimet, akan ditaruh dimana barang barang ini. Kalau punya waktu luang, sering aku merapikan lemari baju, lemari buku atau laci laci lainnya. Beberapa baju yang sudah usang atau terlalu lama tidak digunakan dalam beberapa tahun terakhir, buku yang mungkin bisa dibaca orang lain. Benda yang dulu kita anggap berharga ternyata tidak dipakai lagi, aku masukkan dalam dos dan bungkus rapat dan ditulisi nama barang. Merupakan waktu yang sangat sulit, yaitu ketika menentukan untuk siapa dos ini, mencari orang yang lebih butuh, rasanya susah. Saat saat yang sulit lainnya adalah ketika harus merelakan barang kesayangan kita lepas dari tangan. Banyak barang yang mempunyai hubungan emosional, penuh kenangan. Nah aku siasati aja, aku taruh dulu dos sampai agak lupa isi detailnya. Lama-lama aku sudah nggak butuh lagi dengan barang-barang yang sudah agak terlupakan. Dan mulai risih melihat dos mengganggu pemandangan ruangan, saat itulah waktu yang tepat, segera aku bawa keluar barang dan serahkan ke orang yang tepat dan lebih membutuhkan. Yach..kalau kita bisa mendaur ulang isi lemari, yakin kita tidak akan hidup bersama sampah, kita hindari nyusuh tempat tinggal lebih rapi dan bersih. Banyak ruangan yang tersisa sehingga rumah mungil kita menjadi tempat tinggal yang nyaman. (istilah Jawa, nyusuh adalah kegiatan burung mengumpulkan bahan untuk membuat sarang). Ganung Jasmine, KC 19 November 2013