About Me

Sebagai penikmat langit, kebahagiaan dapat diperolehnya setiap saat. Perempuan anak ke empat dari lima bersaudara ini, senang menikmati suasana yang disampaikan oleh bulan yang sedang bersinar penuh.

Sewaktu masih bocah, pada setiap bulan purnama, ia bersama teman-teman menikmati malam bulan purnama di halaman rumah ayah ibunya atau halaman antar-rumah tetangga yang memang tidak berpagar. Purnama seakan mengirim kepadanya dan kepada siapapun berbagai mimpi, damai, rasa rindu pada sesuatu yang tak diketahui, dan inspirasi.

Sejak 1997 sampai sekarang, perempuan kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ini, bekerja pada bidang lingkungan hidup. Pekerjaan itu membuatnya sering berhubungan dengan masyarakat. Dalam hubungan itu, ia membagi pengetahuan kepada masyarakat tentang tanggung jawab semua orang secara bersama-sama melindungi lingkungan hidup.

Membaca dan bersepeda adalah sebagian anugerah yang sangat disyukurinya. Adalah hal yang mewah dan menyenangkan baginya, manakala ia mempunyai kesempatan membaca buku-buku yang baik dan bermutu.

Masa kanak-anak adalah masa yang penuh dengan rasa ingin tahu. Masa kanak-anak adalah masa merangkai pertanyaan demi pertanyaan. Setiap anak-anak tentu mengalami masa-masa ini. Demikian pula Inung Minto. Sejak masih kecil, sangat ingin mengetahui tempat dan hal-hal lain di luar lingkungan tempat tinggal dan keluarganya. Rasa ingin tahu itu perlahan-lahan terpenuhi ketika ia mulai bekerja.

Pekerjaannya pada bidang lingkungan hidup, memberinya kesempatan untuk menjelajahi beberapa bagian benua Eropa dan wilayah-wilayah kepulauan di Indonesia, seperti Bali,NTB, dan NTT. Kerap kali ia menjelajahi berbagai wilayah dan pulau-pulau tanpa ada informasi awal yang cukup memadai. Ia bersikap seperti menjelajah “peta buta”. Sikap itu didasari pada prinsip bahwa apa yang terjadi nanti akan dihadapi nanti.

Mimpinya di saat bulan purnama seringkali terjadi, dengan cara yang tidak pernah diduganya. Banyak kejutan yang terjadi melalui peristiwa-peristiwa kecil yang dialaminya. Kejutan-kejutan itu seperti takdir yang tak dapat dielakkannya.

Oleh karena itu, setiap kali ia menghadapi hal-hal yang tidak terduga sebelumnya dalam perjalanan hidupnya, ia mengambil sikap mensyukurinya sebagai anugerah yang tak ternilai. Salah satu yang kerap kali di alaminya adalah berjumpa dan berdialog dengan orang-orang baik dalam setiap perjalanannya menjelajahi berbagai wilayah.

Bagi Inung Minto, setiap perjalanan yang ditempuhnya dan setiap pengalaman yang alaminya adalah ingatan yang harus dicatat. Buku kecil adalah teman pertama dalam perjalanannya. Dalam buku kecil itulah, setiap ingatan mewujud menjadi tulisan. Tulisan itulah catatan yang akan diwariskan kepada siapapun yang membacanya.

Baginya, warisan yang paling agung untuk manusia pada generasi berikutnya adalah catatan tentang betapa hidup dan kehidupan ini sangat indah untuk dihargai, termasuk menghargai hal-hal kecil yang kerap kali disepelekan oleh banyak orang. Justru dalam hal-hal kecil itulah, sering kali tersingkap rahasia besar tentang sesuatu.